Rabu, 31 Oktober 2012

makalah askep pada fraktur


Bab 1
Pendahuluan
1.1   Latar belakang
Fraktur merupakan suatu keadaan dimana terjadi di istregritas tulang, penyebab terbanyak adalah insiden kecelakaan tetapi factor lain seperti proses degenerative juga dapat berpengaruh terhadap kejadian fraktur (Brunner & Suddarth, 2008 ). Fraktur terjadi jika tulang dikenai stress atau beban yang lebih besar dan kemampuan tulang untuk mentolelir beban tersebut. Fraktur dapat menyebabkan disfungsi organ tubuh atau bahkan dapat menyebabkan kecacatan atau kehilangan fungsi ekstremitas permanen,selain itu komplikasi awal yang berupa infeksi dan tromboemboli (emboli fraktur) juga dapat menyebabkan kematian beberapa minggu setelah cedera, oleh karena itu radiografi sudah memastikan adanya fraktur maka harus segera dilakukan stabilisasi atau perbaikan fraktur( Brunner & Sudart, 2002)
Badan kesehatan dunia (WHO) mencatat terdapat lebih dari 7 juta orang meninggal dikarenakan insiden kecelakaan dan sekitar 2 juta orang mengalami kecacatan fisik. Usman (2012) menyebutkan bahwa hasil data Riset Kesehatan Dasar (RIKERDAS) tahun 2011, di Indonesia terjadinya fraktur  yang disebabkan oleh cedera yaitu karena jatuh, kecelakaan lalu lintas dan trauma tajam / tumpul. Dari 45.987 peristiwa terjatuh yang mengalami fraktur sebanyak 1.775 orang (3,8 %), dari 20.829 kasus kecelakaan lalu lintas, mengalami fraktur sebanyak 1.770 orang (8,5 %), dari 14.127 trauma benda tajam / tumpul, yang mengalami fraktur sebanyak 236 orang (1,7 %). (Depkes 2009) Dan menurut data depkes 2005 kalimantan timur korban fraktur akibat dari kecelakaan berkisar 10,5%, sedangkan bedasarkan data yang diperoleh dari catatan medical record di rumah sakit islam samarinda, data pada tahun 2012 (periode januari – juni ) didapatkan 14 kasus fraktur, sedangkan untuk bulan juli ada 7 kasus fraktur.
Dampak masalah dari fraktur yaitu dapat mengalami perubahan pada bagian tubuh yang terkena cidera, merasakan cemas akibat rasa sakit dan rasa nyeri yang di rasakannya, resiko terjadinya infeksi, resiko perdarahan, ganguan integritas kulit serta berbagai masalah yang mengganggu kebutuhan dasar lainnya, selain itu fraktur juga dapat menyebabkan kematian. Kegawatan fraktur diharuskan segera dilakukan tindakan untuk menyelamatkan klien dari kecacatan fisik. Kecacatan fisik dapat dipulihkan secara bertahap melalui mobilisasi persendian yaitu dengan latihan range of motion (ROM). Range of motion adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan  menggerakkan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2005). Pasien harus diusahakan untuk kembali ke aktivitas biasa sesegera mungkin. Hal tersebut perlu dilakukan sedini mungkin pada klien post operasi untuk mengembalikan kelainan fungsi klien seoptimal mungkin atau melatih klien dan menggunakan fungsi yang masih tertinggal seoptimal mungkin.
Berdasarkan  masalah  dan komplikasi yang terjadi akibat fraktur maka, kelompok kami akan memberikan asuhan Keperawatan tentang fraktur agar meminimalkan komplikasi yang terjadi.

1.2        Tujuan penulisan
1.2.1 Tujuan umum
Untuk menguraikan asuhan keperawatan medical bedah dengan fraktur femur tertutup dextra
1.2.2 Tujuan khusus
Untuk menguraikan hasil dari pelaksanaan asuhan keperawatan dengan fraktur femur dextra tertutup yang meliputi :
1.      Mengumpulkan data dari hasil pengkajian keperawatan  dengan fraktur femur dextra tertutup
2.      Mengidentifikasi masalah dan menegakan diagnosa keperawatan dengan fraktur femur dextra tertutup
3.      Menyusun rencana tindakan keperawatan dengan fraktur femur dextra tertutup
4.      Melaksanakan tindakan keperawatan dengan fraktur femur dextra tertutup
5.      Melakukan evaluasi hasil asuhan keperawatan dengan fraktur femur dextra tertutup.
6.      Mendokumentasi hasil asuhan keperawatan dengan fraktur femur dextra tertutup

1.3        Manfaat penulisan
Dapat menambah perkembangan ilmu pengetahuan keperawatan medical bedah khususnya asuhan keperawatan dengan fraktur femur dextra tertutup kepada mahasiswa.

1.4         Sistematika penulisan
Makalah ini terdiri dari 3 bab yang sistematis disusun sesuai berikut Bab 1 Pendahuluan, terdiri dari latar belakang,tujuan penulisan, manfaat   penulisan, sistematika penulisan.Bab 2 Tinjauan pustaka, terdiri dari konsep dasar dan konsep asuhan keperawatan.Bab 3 Tinjauan kasus, menguraikan tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dengan fraktur femur dextra tertutup yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi



























Tidak ada komentar:

Posting Komentar